HEADER Iklan tEST

Rudal Korea Utara Jatuh di Perairan Jepang

Rudal terbaru Korea Utara (Foto: REUTERS/Damir Sagolj)
Radar Bharindo, Rudal Korea Utara kembali jatuh di perairan Jepang. Senjata jarak jauh ini ditembakkan dan mengudara selama 50 menit sebelum jatuh di perairan zona ekonomi eksklusif Jepang.

Media Jepang melaporkan bahwa senjata ini adalah sengaja ditembakkan sebagai bagian dari uji coba militer Korut. Kepala Satuan Militer Jepang mengungkapkan bahwa rudal meluncur dari Pyongsong, kota yang terletak di Provinsi Pyongan pada Selasa (28/11).

Mengutip Reuters, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengidentifikasi jenis rudal tersebut bertipe Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) atau rudal balistik antarbenua.
Rudal melintas sejauh 1000 kilometer melewati laut yang membelah daratan Jepang dan Korea Selatan.

AS untuk sementara menganggap bahwa rudal tersebut tidak mengusik wilayah dua negara yang menjadi sekutunya di Asia Timur.


Pihak Jepang ikut memberi pernyataan aman mengenai peluncuran rudal Korut. Koran terkemuka di Jepang, Asahi Shimbun, berujar bahwa rudal tersebut tidak melintasi wilayah kedaulatan Jepang dan baru masuk ke wilayah Jepang dalam posisi terjatuh.

Peluncuran ini berselang tidak lama setelah informasi uji coba rudal Korut kembali menyeruak. Dua pejabat militer AS yang enggan diungkap identitasnya berkata bahwa uji coba rudal Korut akan kembali terjadi dalam hitungan hari.

Korsel sendiri masih menganalisis penembakan rudal ini dan belum memberi keterangan khusus. Namun, pada saat rudal melintas, militer Korsel juga ikut melakukan uji coba pertahanan antirudal yang mereka miliki.

Peluncuran kali ini menunjukkan mulainya rangkaian uji coba yang sempat terhenti sejak September. Uji coba terakhir bahkan sampai melintasi wilayah udara Hokkaido, wilayah utara Jepang.

Hal ini dianggap sebagai aksi respons Korut terhadap kunjungan Donald Trump ke negara-negara sekutunya. Minggu lalu, pemerintah Korut mengeluarkan pernyataan bahwa sikap Trump yang menyudutkan Korut dianggap sebagai "provokasi serius dan pelanggaran keras". (Kum,Red)


Sumber : Kumparan.com

Posting Komentar

0 Komentar