HEADER Iklan tEST

ICMI Jabar Protes Pernyataan Jimly soal Dukungan 2 Periode ke Jokowi

Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie (Foto: Fanny Kusumawardhani)
"Pernyataan  tersebut merupakan pandangan pribadi dan bukan pernyataan atau sikap organisasi ICMI, karena pernyataan tersebut tidak dilakukan melalui proses rapat, musyawarah, atau mekanisme organisasi,"
Radar Bharindo,Bandung ~ ICMI Jawa Barat menegaskan pernyataan Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie, terkait dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk dua periode bukan pernyataan organisasi. Pernyataan itu merupakan pertanyaan pribadi yang spontan diucapkan.

"Pernyataan  tersebut merupakan pandangan pribadi dan bukan pernyataan atau sikap organisasi ICMI, karena pernyataan tersebut tidak dilakukan melalui proses rapat, musyawarah, atau mekanisme organisasi," kata Ketua ICMI Jawa Barat Moh Najib melalui keterangannya, Sabtu (9/12).

Najib kemudian mengklarifikasi langsung kepada Jimly dan beberapa pengurus harian lainnya. Setelah mendapat penjelasan, diketahui pernyataan itu merupakan pendapat pribadi.

"Pandangan tersebut bersifat spontan, diakui sebagai pandangan pribadi, bukan pandangan organisasi ICMI, karena selama ini secara kelembagaan ICMI belum pernah membahas dan menetapkan keputusan dukungan kepemimpinan Presiden dua periode," tambah Najib.

Najid menjelaskan, ICMI merupakan organisasi  kecendekiawanan, yang bertujuan untuk mengabdi dalam upaya menciptakan masyarkat madani. Sehingga dengan demikian pernyataan yang bersifat politis itu  sama sekali bukan bagian sikap organisasi.

"ICMI Korwil Jawa Barat sangat menyayangkan atas pernyataan tersebut, dan menyatakan menolak dengan pandangan pribadi Ketua Umum, dan meminta untuk mengklarifikasi dan maralat pernyataan tersebut  karena menimbulkan kesimpangsiuran. Di satu sisi pernyataan itu merupakan pandangan pribadi tetapi  disampaikan di forum resmi organisasi," pinta Najib.

Najib menegaskan, secara kelembagaan, ICMI tidak pernah memiliki pandangan untuk mendukung kepemimpinan Presiden dua periode. Penetapan kepemimpinan presiden dua periode atau satu periode itu adalah ranah partai politik.

"Dan tidak ada nomenklatur dalam peraturan perundangan yang menyebutkan periode Presiden sepuluh tahunan, tetapi yang ada adalah periode jabatan Presiden adalah lima tahunan (periode 5 tahun)," ucap Najib.

Sebelumnya, Jimly menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk dua periode pemerintahan saat Pembukaan Silatnas ICMI di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12).

"Dengan tetap senantiasa berpikir kritis dan konstruktif, ICMI tidak pernah ragu, tidak perlu dan tidak boleh ragu untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo selama sepuluh tahun. Bukan untuk kepentingan orang per orang, melainkan semata-mata untuk kemajuan bangsa dalam jangka panjang," ucap Jimly. (Kum,Red)


Sumber : Kumparan.com

Posting Komentar

0 Komentar