HEADER Iklan tEST

KBRI Singapura dan BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama Jamin Nasib TKI

Kerjasama BPJS dan KBRI di Singapura. (Foto: Aprilandika Pratama)
Radar Bharindo,Singapore ~ Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, menjalin kerja sama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan guna menjamin nasib para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Singapura.

Kerja sama dilakukan mengingat BPJS Ketenagakerjaan telah mengemban tugas baru per tanggal 1 Agustus 2017, sebagai penyelenggara program perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 07 tahun 2017.

Kerjasama BPJS dan KBRI di Singapura. (Foto: Aprilandika)
"Untuk optimalisasi pelaksanaan tanggung jawab tersebut, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan koordinasi dengan berbagai negara penempatan PMI," ujar Direktur Utama BPJS, Agus Susanto, di KBRI Singapura, 7 Chatsworth Road, Sabtu (10/12).

"Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan KBRI di Singapura melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Fungsi Kedubes RI di Singapura dan BPJS Ketenagakerjaan Untuk Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Migran di Singapura," imbuh Agus.

Agus menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk mempertegas kewenangan sejumlah pihak yang terlibat bertugas mengoptimalkan perlindungan serta pelayanan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada para TKI.

Bentuk kerja sama yang dijalin, juga termasuk dalam hal integrasi database PMI yang ada di KBRI, dengan data milik BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut dilakukan dengan pemanfaatan sistem Smart Embassy milik KBRI Singapura.

"Peluncuran ini menandai semakin meluasnya cakupan pekerja yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, di luar Pekerja Penerima Upah (PU) atau Pekerja Formal dan Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Atau pun pekerja informal yang sebelumnya sudah wajib dilindungi," beber Agus.


Kerjasama BPJS dan KBRI di Singapura. (Foto: Aprilandika)
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, H.E. Ngurah Swajaya, menyampaikan apresiasinya terkait program tersebut, yang menurutnya merupakan gebrakan baru dari pihak BPJS untuk lebih memperhatikan nasib serta perlindungan para TKI di luar negeri.

"Kita memulai suatu babak yang baru, bahwa perlindungan terhadap TKI di Singapura akan kita tingkatkan. Sudah tentu bukan hanya perlindungan yang kita perkuat, tapi juga pemberdayaan dengan dukungan dari BPJS ketenagakerjaan dan Kementerian tenaga kerja dan transmigrasi," ujar Ngurah.

Ngurah berharap, kerja sama antara kedua belah pihak dapat berlangsung secara berkesinambungan, sehingga BPJS tak hanya hadir untuk memberikan perlindungan, tetapi juga nilai pengembangan bagi para TKI.

"Sehingga teman-teman (TKI) tidak hanya mendapat perlindungan, tapi juga dapat hal lebih dari bergabungnya mereka dengan BPJS Ketenagakerjaan," ucap Ngurah.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Singapura merupakan negara yang berada diposisi ke-4, jika diurutkan berdasarkan jumlah PMI yang bekerja di luar negeri setelah Malaysia, Taiwan dan Hongkong.

Sampai saat ini jumlah PMI yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan ada 78.789 orang, sebagian besarnya mengikuti dua program yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). 

Namun sesuai dengan Permenaker yang berlaku, PMI dapat melengkapi perlindungannya dengan mendaftarkan diri untuk mengikuti  program Jaminan Hari Tua (JHT), melalui kantor pelayanan di dalam wilayah kedutaan Republik Indonesia.
JHT sendiri adalah program perlindungan berupa tabungan yang dapat dinikmati manfaatnya saat memasuki usia tua atau berhenti bekerja.

Kerjasama BPJS dan KBRI di Singapura. (Foto: Aprilandika)
Turut hadir pula dalam acara penandatanganan tersebut Amran Nasution selaku Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Sumarjono selaku Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan,  Heri Sudarmanto selaku Sekjen Kementerian Tenaga Kerja, serta Sus Hindarno selaku Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri. (Kum,Red)


Sumber : Kumparan.com

Posting Komentar

0 Komentar