HEADER Iklan tEST

Penjelasan Pihak Bandara, Terkait Penjemputan Turis China dari Bali

Suasana Bandara I Gusti Ngurah Rai (Foto: Wira Suryantala)
"Kalau dikatakan sudah normal, ya belum sepenuhnya normal juga. Karena penjadwalan penerbangan masih menyesuaikan dengan slot yang ada dan ketersediaan pesawat dari pihak maskapai,"
Radar Bharindo,Bali  ~  Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) mengerahkan 13 pesawat terbang ke Bali, untuk menjemput ribuan warga negaranya yang tertahan pulang akibat letusan Gunung Agung.
Seperti dilansir kantor berita China Xinhua, penerbangan penjemputan dilakukan dua hari berturut-turut, sejak Bandara I Gusti Ngurah Rai dibuka kembali pada Rabu (29/11).


Otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, membenarkan adanya permintaan extra flight dari maskapai China Southern Airlines dan China Eastern Airlines sejak penerbangan kembali dibuka.

"Iya benar, kedua maskapai itu sudah mengajukan extra flight dan pergantian tipe pesawat dengan ukuran yang lebih besar," kata Kepala Humas PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Arie Ahsanurrohim kepada wartawan, Jumat (1/12).
Namun menurut Arie, jumlah penerbangan yang sudah dijalankan sebanyak enam pesawat. "Jadi sampai hari ini ada enam pesawat. Semuanya sudah tiba di Ngurah Rai, dan sudah kembali lagi terbang ke China," paparnya.


Dia menambahkan, sejauh ini belum ada permintaan extra flight lagi dari kedua maskapai tersebut. Menurutnya, untuk memberikan approval atas setiap permintaan extra flight, pihak bandara juga perlu memastikan bahwa slot yang diberikan kepada maskapai benar-benar digunakan. Karena meski penerbangan di Bandara Ngurah Rai sudah kembali dibuka sejak Rabu (29/11), hingga saat ini operasional bandara masih dalam fase recovery.

"Kalau dikatakan sudah normal, ya belum sepenuhnya normal juga. Karena penjadwalan penerbangan masih menyesuaikan dengan slot yang ada dan ketersediaan pesawat dari pihak maskapai," ujar Arie.

Dikutip dari Xinhua, pada Rabu (29/11) malam, China Southern Airlines mengirimkan masing-masing satu pesawat dari Guangzhou dan Shenzhen. Sedangkan China Eastern Airlines mengirimkan masing-masing dua pesawat dari Beijing dan Shanghai.

Sementara pada Kamis (30/11) malam, maskapai penerbangan lainnya mengirimkan total tujuh pesawat ke Pulau Dewata
(Kpr,Red)


Sumber : Kumparan.com

Posting Komentar

0 Komentar