HEADER Iklan tEST

Pimpinan Partai Golkar dalam acara Rapimnas III  (Foto: Fanny)
Radar Bharindo,Jakarta ~ Sebanyak 34 Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Partai Golkar sudah menetapkan dukungan secara resmi kepada Airlangga Hartarto sebagai ketua umum untuk menggantikan Setya Novanto.

Dukungan tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna pertama Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (19/12).

"Dinamika dari panadangan DPD tingkat I kemudian yang membawa DPD tingkat II serta ormas yang mendirikan Partai Golkar seluruhnya memberikan dukungan untuk pendekatan dipilih dan ditetapkan menjadi ketum," kata Airlangga.

Namun demikian, penetapan dukungan tersebut juga diwarnai dengan perdebatan dari para pengurus DPD provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Mereka mendebatkan soal masa jabatan Airlangga.

Opsi pertama yaitu hanya sampai 2019 untuk menyelesaikan sisa jabatan Novanto.
Opsi kedua, yaitu 5 tahun hingga 2022 dan
opsi ketiga sampai 2019 kemudian diperpanjang untuk beberapa waktu.

"Ada pandangan mengenai periodisasi ada 3 opsi ada yang 2019, ada yang 2019 plus bisa diperpanjang dengan Rapimnas dan ketiga 2022. Nah itu pandangan yang mengemuka," ujarnya.

Perdebatan ini, kata Airlangga, akan dilanjutkan pembahasannya besok. DPP Golkar, lanjut Airlangga, akan memutuskan soal masa jabatan Airlangga besok.

"Besok kita akan bahas di DPP dan akan disampaikan dalam Munaslub,"ujarnya.

Sebelumnya, dari beberapa opsi tersebut, Ketua DPD Golkar Jateng Wisnu Suhardono menyuarakan sikapnya untuk memilih opsi kepengurusan hanya sampai 2019.

"Kita mendukung dan mengusung memilih Airlangga Hartaro sebagai ketum periode 2017-2019. Kan Munaslub melanjutkan periode yang sisa," katanya.

"Pandangan yang sama dengan kita antara lain Papua, Jatim. Gak bersayap tuh di 2019," lanjutnya.

Sementara itu,  untuk DPD lainnya memilih opsi tengah yaitu sampai dengan tahun 2019 dan bisa diperpanjang kembali.

"Tadi Sultra bersayap, Bali juga, Jabar enggak nyebut periode malah, rapimnas tahun depan lagi. Boleh dievaluasi lagi.  Tapi yang namanya munaslub, melanjutkan sisa dari periode hasil Munaslub lalu," tandasnya. (Kum,Red)


Sumber : Kumparan.com

Posting Komentar

0 Komentar