HEADER Iklan tEST

Gula Rafinasi Bocor Ke Pasar, Satgas Pangan Harus Bertindak


Ilustrasi Gula Rafinasi. (Net)
Radar Bharindo ~ Penjualan gula rafinasi yang bocor ke pasar konsumsi membuat jengkel Ketua DPR Bambang Soesatyo. Sebab, di yakin kebocoran itu membuat gula petani lokal tidak laku. Politisi Partai Golkar itupun mendorong Satgas Pangan segera turun untuk melakukan penyelidikan.

Bocornya gula rafinasi ke pasar konsumsi pertama kali dikemukakan Sekjen Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Nur Khabsyin. Saat berkeliling ke Kalimantan, dia menemukan gula rafinasi itu dijual dengan berbagai merek di pasar. Padahal, gula tersebut harusnya khusus digunakan untuk kebutuhan industri.

Kata Bamsoet, sapaan Bambang, bocornya gula rafinasi ini jelas melanggar peraturan. Dalam Pasal 9 Ayat 2 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117/2015 dengan jelas disebutkan bahwa gula rafinasi untuk keperluan industri dan hanya boleh diperdagangkan kepada industri dan dilarang diperdagangkan di pasar konsumen dalam negeri. Atas hal itu, dia meminta Satgas Pangan Polri segera menindaklanjuti temuan APTRI tadi.

“Satgas Pangan perlu melakukan penyelidikan mengenai adanya gula rafinasi yang beredar di pasar tradisional ini,” ucapnya, di Jakarta, Jumat (31/8).

Dia juga meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) ikut bertanggung jawab. Sebab, Kemendag yang memberikan izin impor gula rafinasi itu. Kemendag harus menindak tegas importir gula rafinasi dan perusahaan yang mendistribusikannya ke pasar.

Untuk selanjutnya, dia meminta Kemendag dan Satgas Pangan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran gula rafinasi. Tujuannya, agar kasus bocornya gula rafinasi di pasar konsumsi tidak terjadi kembali.

“Kami juga meminta Kemendag mendesak Perum Bulog menyerap gula yang diproduksi petani dalam negeri. Kemudian, mengkaji kembali rencana impor gula dengan memerhatikan stok yang dimiliki saat ini dan pasokan yang diproduksi petani dalam negeri,” tandasnya. (Red)

Sumber : RMOL

Posting Komentar

0 Komentar