HEADER Iklan tEST

Senin Hari Ini, KPK Akan Periksa 22 Anggota DPRD Kota Malang

Beberapa anggota DPRD Kota Malang, yang tersandung kasus hukum. (Merdeka).
Radar Bharindo, Malang ~ Senin (3/9/2018) Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akan memanggil 22 anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur, untuk hadir dalam pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta. 

Adanya panggilan pemeriksaan ke Jakarta itu salah satunya diungkapkan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Malang Choeroel Anwar.

"22 orang (yang dipanggil ke Jakarta),". kata Choroel usai diperiksa penyidik KPK di Mapolres Malang Kota, Jawa Timur, Sabtu (1/9/2018).

Choeroel mengaku sudah mendapatkan surat panggilan pemeriksaan tersebut. Ia pun mengaku siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, termasuk jika nantinya penyidik melakukan penahanan dengan status tersangka.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang Teguh Puji Wahyono mengatakan, semua anggota DPRD Kota Malang dipanggil ke Jakarta kecuali yang sakit, yakni Tutuk Haryani dan Priyatmoko Oetomo dari fraksi PDI-P.

"Semua, semuanya (dipanggil ke Jakarta), kecuali yang sakit. Pak Moko, Bu Tutuk, itu saja sama (anggota) yang PAW," kata Teguh.

Teguh berjanji akan koordinatif selama pemeriksaan.
"Kami pro-aktif sajalah. Yang kita ketahui ya kita sampaikan," ucap dia.

Penyidik KPK sebelumnya sudah memeriksa 24 anggota DPRD Kota Malang pada Jumat (31/8/2018) dan Sabtu (1/9/2018). Mereka adalah :

  • Teguh Mulyono (PDI-P), Erni Farida (PDI-P), Tutuk Haryani (PDI-P), Hadi Susanto (PDI-P), Diana Yanti (PDI-P), Priyatmoko Oetomo (PDI-P), Arief Hermanto (PDI-P). Dan Asia Iriani (PPP), Syamsul Fajrih (PPP), Choeroel Anwar (Golkar), Ribut Haryanto (Golkar), Imam Ghozali (Hanura), Afdhal Fauza (Hanura), Indra Tjahyono (Demokrat), Moh Fadli (NasDem), Mulyanto (PKB), Bambang Triyoso (PKS), Choirul Amri (PKS), Sugiarto (PKS), Een Ambarsari (Gerindra), Suparno (Gerindra), Teguh Puji Wahyono (Gerindra), Soni Yudiarto (Demokrat), serta Harun Prasojo (PAN).

Sejumlah pejabat eksekutif, termasuk Plt Wali Kota Malang Sutiaji dan Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto turut diperiksa dalam pemeriksaan tersebut.


  • KPK terus mendalami kasus suap pembahasan P-APBD Kota Malang tahun anggaran 2015 yang dikenal dengan uang "pokir" senilai Rp 700 juta, korupsi "uang sampah" senilai Rp 300 juta dan fee satu persen dalam APBD Kota Malang tahun anggaran 2015 senilai Rp 5,8 miliar. 

18 anggota DPRD Kota Malang sudah menjadi terdakwa. Mantan Wali Kota Malang M Anton dan mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono juga sudah menjadi tersangka kasus ini. (Red)

Baca juga:


Sumber : KOMPAS.com

Posting Komentar

0 Komentar