HEADER Iklan tEST

Masyarakat Miskin Masih Tetap Kesulitan, Mendapatkan (Si Melon) Gas 3 kg Bersubsidi

Kantor Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang & Pembelian gas 3 Kg bersubsidi melebihi ketentuan (inzet). men. 15/2/19

Pa Kadis dan Pa Kabid, selepas kegiatan olahraga ga ngantor Lagi.., ujar stap Disperindag Kab.Karawang ketika ditanya keberadaan pimpinannya.

Radar Bharindo, Karawang ~ Pasokan gas elpiji bersubsidi 3 Kg atau biasa disebut gas melon, tak pernah kunjung reda terhadap permasalahan. Masyarakat masih tetap kesulitan untuk mendapatkan melon yang sudah menjadi kebutuhan pokok rumah tangga tersebut.

Dipangkalan cepat habis ga nyampe 1 jam, dan itupun hanya beberapa puluh orang saja yang kebagian, selebihnya diangkutin pake motor dan mobil, katanya sih dibawa kewarung-warung ujar Udin (34) warga klari dengan nada kecewa. Jum’at 15/2/19.

Menurutnya diwarung-warung gas elpiji  subsidi 3 Kg / simelon dijual rata-rata Rp 25.000,- pertabung itupun terkadang suka kehabisan.

Gas 3 Kg bersubsidi memang tidak pernah reda dari polemik, padahal pemerintah untuk ditahun 2018 saja  sudah menambah subsidinya sebesar ...

Padahal Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati Nicke dalam rapat panitia kerja bersama Komisi VII DPR, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (4/2/2019) memaparkan, berdasarkan data Pertamina, realisasi penyaluran subsidi LPG 3 kg terus meningkat. Pada 2015, penyaluran LPG 3 kg sebanyak 5,566 juta metrik ton, di 2016 ada 6,004 juta metrik ton, pada 2017 telah tersalurkan 6,293 juta metrik ton, di 2018 tercatat 6,552 juta metrik ton, serta 2019 diperkirakan sebesar 6,978 juta metrik ton.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs. H. Widjodjo. GS dan Kepala bidang Perdagangan tidak berada dikantornya saat akan dikonfirmasi, menurut pegawai Disperindag yang ada, pak Kadis dan Pak Kabid selepas olahraga belum ngantor lagi. (Men,Red)

Posting Komentar

0 Komentar