HEADER Iklan tEST

Terkait Musibah Tewasnya Pengunjung Kolam Renang Waterpark, Manajemen De’Keraton Bay Gelar Konferensi Pers

Konferensi Pers Manajemen De'Keraton Bay Waterpark (Senin,11/2/19)

Radar Bharindo, Karawang ~ Dalam konferensi Pers pihak manajemen De’Keraton Bay Waterpark Tata Warta Sasmita selaku humas menyampaikan kekecewaannya dengan simpang siurnya berita jumlah korban yg terjadi ditempatnya bekerja, senin (11/2/19)

Selanjutnya Tata menjelaskan ; Pihak manajemen mengakui adanya musibah pada tgl 9 Pebuari 2019 jam 15:00, dengan korban, Alm Ramdan Fauzi,usia 12 tahun,kelas 6 SD yang beralamat : di Perum Kosambi 1, desa Duren, Kec Klari, Kab Karawang.


Kronologis kejadian, ketika melakukan evakuasi saat menerima informasi dari  teman korban yaitu saudara Rizki usia 11 tahun, yg melaporkan kepada pihak managemen yaitu petugas dilapangan, yangmana temannya mengalami kecelakaan diarea kolam arus, dan saat itu pula kami pastikan selanjutnya untuk melakukan proses evakuasi, yang kebetulan saat itu ada pihak keluarga dari Bripka Solihin, anggota Polres Karawang, turut serta dalam upaya evakuasi korban.


Dalam waktu 20 sampai 30 menit, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup yang selanjutnya dibawa keruang P3K untuk mendapatkan pertolongan pertama. Saat dilakukan pertolongan pertama yangbersangkutan masih bernapas, batuk2 serta mengeluarkan kotoran dari hidung.

Untuk selanjutnya korban dibawa ke RS Fikri Medika untuk penangan lebih lanjut, namun saat mendapatkan penanganan diruang UGD yangbersangkutan meninggal dunia, imbuhnya.

Upaya Managemen pasca meninggal ybs, : Melakukan silaturahmi kepada keluarga korban, mengantar jenazah kerumah duka, dihari pertama dan kedua kamipun menyampaikan turut berbela sungkawa.

Karena ini adalah musibah kami serahkan kepada pihak yangberwajib untuk menyampaikan dan menemukan jawabannya.

Dengan ini diklarifikasi bahwa semenjak dirinya bekerja tertanggal 4 Nopember 2018, bahwa kejadian ini adalah yang pertama dan diharapkan yang terakhir.

Dengan kejadian ini akan jadi bahan evaluasi sesuai dengan S.O.P yang seharusnya kami lakukan.
Kepada rekan2 media diharapkan untuk mengklarifikasi pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta atau kejadian sesungguhnya terjadi di De Keraton Bay. 

Menurutnya Info yang disampaikan Falid, karena mengikuti kejadian ini dari awal, jadi rekan media diminta untuk meminta keterangan yg berkaitan dengan De Keraton Bay ini melalui Humas.

Dalam sesi tanya jawab dengan para jurnalis, Tata menerangkan ; Untuk fungsi pipa saluran air yang menghisap korban Ramdan Fauzi adalah sebagai pipa sirkulasi air dan Juga digunakan utk pembuangan ketika terjadi pengurasan.

Sedangkan ketika ditanya hal kekuatan daya hisap air disaluran tersebut, Tata tidak bisa menjawab dengan alasan itu bukan kewenangannya untuk menjawab, karena itu kapasitas team teknik yangmana saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan Polsek Klari.

Ketika ditanya terkait kondisi korban saat dievakuasi, Tata mengatakan benar kalau tubuh korban ada dalam lobang tersebut kurang lebih satu koma dua meter dari lubang permukaan air, jadi saat kejadian ga ada nampak tubuh korban dipermukaan air.

Untuk petugas kolam renang ada 8 Org, yg mana saat kejadian ada permainan ombak (dalam pelaksanaannya 10 menit sebelum dimulai, diberikan pengumuman kepada pengunjung, yang mana dihimbau kepada pengunjung untuk memperhatikan, membimbing anak serta memperhatikan barang bawaannya.

Pada saat itu petugas terkonsentrasi pada kolam ombak tersebut, sementara yg berdua yaitu sikorban dan temennya terpisah dengan temannya yg lain dan malah masuk dikolam arus. Yg mana moment ombak tersebut tidak terjadi setiap saat, bahkan kurang lebih 2 jam sekali pelaksanaannya.
 
Adapun diameter lubang itu 12 Inch pipa paralon, yg mana itu untuk kapasitas pengurasan dan setau dia lubang tersebut dipasangi pengaman / tutup jaring yang berbahan fiber.

Ketika ada penanya yang menyampaikan, kenapa dilakukan pengurasan disaat ramai pengunjung, tata membantah, kalau saat itu bukan melakukan pengurasan, tapi lebih kepada situasi untuk menampilkan permainan air mancur., jadi saat ombak itu bermain, air mancur itu hidup.
Jadi bagi yang tidak bermain ombak atau cukup dipantainya saja, mereka bermain pancuran air mancur. "sangat tidak mungkin saat pelaksanaan acara dilakukan pembuangan air".
Tata pun mengucapkan terimakasih dan akan membicarakannya dengan team teknis mengenai usulan rekan media yangmana mengusulkan untuk mengganti saringan lubang pipa tersebut dengan yang lebih kokoh misal sejenis logam atau besi galvanis.

Disesi akhir Konferensi Pers,  Adv Nanang Sulaiman Sajali S.H selaku kuasa hukum dari De Keraton Bay Waterpark menyampaikan ;
kesimpulan kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian, mohon kepada rekan2 wartawan dan masyarakat semua jangan pernah menyimpulkan hal2 yg belum jelas kebenarannya., artinya tidak boleh mendahului pihak kepolisian.
Sementara perihal adanya pemberitaan yang menyatakan jumlah korban yang telah terjadi sebanyak 2, 3,, 4 atau 5. ditegaskan itu juga tidak benar. 

Diakhir penyampainnya Nanang menegaskan ; Apapun jenisnya, apabila ada media yang memberitakan tidak benar atau tidak sesuai dengan permasalahan yang ada di De Keraton Bay Waterpark, pihak manajemen akan memprosesnya secara hukum. (Men,Red)

Sumber : 






Posting Komentar

0 Komentar