HEADER Iklan tEST

Menkeu dan Mendikbud, Ubah Mekanisme BOS Demi Para Guru

Konferensi pers sinergi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah dan Dana Desa Berbasis Kinerja di Kementerian Keuangan, Senin (10/2/2020). (Nett)
Radar Bharindo, Jakarta ~ Pemerintah mengubah sistem baru dalam penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kini pemanfaatan dana BOS untuk menggaji guru honorer bisa digunakan maksimal menjadi 50%, dari sebelumnya hanya 15%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dana BOS reguler untuk tiap sekolah pada tahun ini sebesar Rp 54,32 triliun untuk 45,4 juta siswa.

Dana untuk para siswa juga bertambah dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Di mana untuk 25,66 juta siswa SD, setiap siswa akan diberikan Rp 800.000 per tahunnya.

Kemudian untuk siswa kelas Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan diberikan Rp 1,1 juta per tahunnya. Sementara siswa SMA, pemerintah bakal memberikan sebesar Rp 1,5 juta per tahun.

LAYANAN PENGADUAN PENYALAHGUNAAN DANA BOS



"Pada 2020, penyaluran dana BOS hanya menjadi tiga kali, dari sebelumnya empat kali. Di mana tahapannya 30%, 40%, dan 30%."
Dana BOS juga saat ini langsung ditransfer ke rekening Sekolah, atau otomatis Kepala Sekolah yang bersangkutan yang langsung menerima dana BOS, ujar Sri Mulyani saat melakukan konferensi pers di kantornya, Senin (10/2/2020).


Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dalam Negeri dan Kebudayaan Nadiem Makariem juga menyampaikan, dana BOS saat ini 50% bisa dialokasikan untuk menggaji guru honorer. (Dru/Red)


Sumber : CNBC Indonesia

Posting Komentar

0 Komentar