HEADER Iklan tEST

Munas PERADI, ”Yasonna: Menyatukan Peradi Lebih Sulit daripada Mendamaikan Parpol”

Menkumham Yasonna H Laoly (kanan), bersama Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, saat membuka Munas Peradi di Ancol, Jakarta, Jumat (28/2/2020). (Foto: Wildan Catra)
Radar Bharindo, Jakarta ~  Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, malam ini menghadiri Munas Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bertajuk “Advokat Era Industri 4.0” di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara. Dia menggantikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Yasonna berkelakar bahwa menyatukan organisasi Peradi lebih sulit daripada menyatukan partai politik (parpol) di Indonesia. Dia tak mengerti, mengapa konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu tak kunjung selesai dan Peradi belum juga bergabung.

Penandatangan kesepakatan untuk menyatukan 3 PERADI telah ditandatangi ketiga Ketua Umum DPN PERADI pada 25 februari 2020 dihadapan Menteri Hukum dan HAM dan Menko Polhukam.


Seperti diketahui, di dalam tubuh Peradi terjadi pertikaian antara tiga kubu yaitu kubu Peradi yang diketuai Fauzi Yusuf Hasibuan, kubu Juniver Girsang, dan kubu Luhut Pangaribuan.
“Empat tahun lalu, saya baru (menjabat) menteri dan setahun kemudian saya mencoba mendamaikan Peradi, setelah (menangani konflik internal) Golkar dan PPP. Rupanya (Peradi) lebih sulit daripada mendamaikan parpol,” ujar Yasonna di Ancol, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Selama Peradi masih bertikai, dia mengaku tak pernah datang dalam setiap undangan dari kubu mana pun. Ini dilakukannya sebagai bentuk keadilan agar tak terjadi kesalahpahaman yang lebih luas lagi.

Ketiga kubu Peradi kini sudah melunak dan melakukan pertemuan serta menandatangani perjanjian yang disaksikan Yasonna dan juga Menko Polhukam, Mahfud MD, di Kantor Kemenko Polhukam, beberapa waktu lalu. Pertemuan ketika itu untuk merumuskan penyatuan kembali organisasi advokat dalam wadah tunggal sesuai amanat Undang-Undang (UU) Advokat.

Firman Firdaus S.H, Salah seorang angota PERADI yang mengikuti munas, perwakilan dari DPC PERADI SAI Kabupaten Karawang. (Net)


“Tapi semoga berkat pertemuan tiga hari lalu yang difasiltiasi Pak Menko Mahfud. Di sana saya katakan kalau ini tidak berdamai kualat betul, karena selain ditulis langsung juga disaksikan Pak Menko Polhukam,” kata Yasonna.

Politikus PDIP itu berharap semua kubu Peradi kooperatif terhadap perjanjian itu. Dia juga meminta advokat untuk terus bergerak dan keluar dari zona nyamannya, berharap para lawyer untuk terjun ke dunia digital.

“Saya ketemu Juniver kemudian Fauzi dan Luhut semuanya siap bergabung. Maka saya mendorong menghargai gentlement agreement. Tim teknis diharapkan menyelesaikan tiga bulan selambat-lambatnya,” ucapnya.

Turut hadir pada acara pembukaan Munas Peradi malam ini Ketua MPR Bambang Soesatyo,Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Hatta Ali. (WCM/Red)


Sumber : iNews.id

Posting Komentar

0 Komentar