HEADER Iklan tEST

Rupiah Terlemah Sejak Krisis 1998, Plus Terlemah di Asia

Foto: Ilustrasi Rupiah dan Dolar (Andrean Kristianto)
Radar Bharindo, Jakarta ~ Kurs rupiah ambles melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini akibat pandemi virus corona (COVID-19) yang memicu ketidakpastian di pasar finansial global sehingga terjadi capital outflow yang besar dari dalam negeri.

Rupiah sebenarnya mengawali tahun 2020 dengan cemerlang. Pada 24 Januari, rupiah berada di level Rp 13.565/US$, menguat 2,29% dan mendekati level terkuat dalam dua tahun terakhir. Saat itu rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di dunia melawan dolar AS.

Aliran modal yang deras masuk ke Indonesia membuat rupiah perkasa, sebabnya prospek pertumbuhan ekonomi global yang membaik di tahun ini. Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, di pasar obligasi, sejak akhir 2019 hingga 24 Januari terjadi inflow sebesar Rp 30,16 triliun.
19 March 2020 16:27

Para pelaku pasar memburu aset-aset dengan imbal hasil tinggi, dan rupiah salah satunya. Selain itu, stabilitas dalam negeri yang terus membaik membuat investor merasa nyaman berinvestasi di Indonesia.

Tetapi semua berubah ketika virus corona (COVID-19) mulai menyebar luas hingga akhirnya ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Lebih dari 150 negara terpapar COVID-19, menjangkiti level dari 217.000 orang, dengan 8.810 orang meninggal dunia. Banyak negara kini menerapkan kebijakan karantina wilayah (lockdown), aktivitas ekonomi menjadi menurun drastis, dan pertumbuhan ekonomi berisiko melambat, bahkan terancam mengalami resesi global.

Di Indonesia hingga saat ini sudah ada 309 kasus positif COVID-19, dengan 25 orang dilaporkan meninggal, dan 15 orang dinyatakan sembuh.

Banyak negara kini menerapkan kebijakan lockdown, aktivitas ekonomi menjadi menurun drastis, dan pertumbuhan ekonomi berisiko melambat, bahkan terancam mengalami resesi global. Akibatnya sentimen pelaku pasar memburuk dan "kabur" dari aset-aset negara-negara emerging market, dan Indonesia menjadi salah satu yang terpukul. (PAP/Red)

Sumber : CNBC Indonesia

Posting Komentar

0 Komentar